Perut Tambun Project

Minggu 10 April 2016

Hari ini, istri tercinta meng-upload foto saya dan anak-anak sedang sholat berjamaah pada akun Facebooknya. Seperti biasa Likes dan komentar mulai berdatangan. Namun yang menarik di sini adalah… orang-orang yang memberikan komentar sebagian besar GAGAL FOKUS!, bukannya anak-anak saya yang sudah mulai belajar sholat yang dikomentari tetapi justru saya sebagai imam yang mendapatkan komentar,  dan mereka memberikan komentar pada transformasi yang terjadi pada tubuh saya.

Ya, tubuh saya beberapa tahun belakangan ini mengalami sebuah transformasi yang cukup signifikan… pertumbuhan perut kedepan mulai terjadi alias buncit, cuma saya kurang suka dengan kata “Buncit” karena cenderung terdengar negatif, dan saya lebih suka menggunakan kata “Bantal Kasih Sayang”, karena siapa pun yang tiduran di perut saya pasti akan merasa nyaman dan merasakan kasih sayang.

Dari kejadian hari ini membuat saya tersadar, bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk melepaskan Bantal Kasih Sayang tadi. Sebenarnya niat untuk menghilangkan bantal ini sudah cukup lama dan sudah banyak juga upaya yang dilakukan. Tetapi seperti yang istriku selalu bilang bahwa komitmen saya untuk menjalankannya nampaknya belum maksimal.

Maka dengan mempertimbangkan:

  1. Anak-anak dan istri yang membutuhkan figur seorang ayah dan suami,
  2. Baju dan celana yang mulai terasa sempit,
  3. Napas yang mulai terasa berat

maka saya memutuskan untuk menjalankan Perut Tambun Project #MenujuPerutRata2016.

Jadi mari ikuti perkembangan #MenujuPerutRata2016 di sini.